Simak Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy A53 5G 2022

GadgetIDN.id-Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy A53 5G: Seri ini merupakan salah satu ponsel seri Galaxy A yang dirilis Samsung pada akhir Q1 2022. Ponsel ini masuk ke segmen mid-range dan diposisikan sebagai penerus Samsung. Galaxy A52.

Yang mencolok dari tampilan Samsung Galaxy A53 5G adalah bentuknya yang mirip dengan pendahulunya. Memang desain ponsel Samsung ini sama dengan Samsung Galaxy A52, terutama pada modul kamera. Namun, tepi penutup belakang kini lebih rata.

Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy A53 5G

Samsung tampaknya telah memilih untuk berupaya memperbaiki sektor yang lebih kritis, daripada mencoba menawarkan perubahan. Berbagai penyempurnaan ini membuat kelebihan dan kekurangan Samsung Galaxy A53 5G

Melalui artikel Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy A53 5G kali ini, GadgetIDN akan mengajak Anda untuk memaparkan hal-hal menarik yang dimiliki ponsel beserta faktor-faktor lain yang perlu diperhatikan. Jadi baca pembahasannya sampai selesai.

Spesifikasi Samsung Galaxy A53 5G

UMUM
Tahun Rilis 2022
Jaringan  2G, 3G, 4G, 5G
SIM Card  Dual SIM (Slot Hybrid)
eSIM Tidak
BODY
Dimensi 159.6 x 74.8 x 8.1 mm
Berat 189 gram
Ketahanan  -IP67
Fitur Lainnya Tahan debu dan air (hingga kedalaman 1 m selama 30 menit)
LAYAR
Jenis  Super AMOLED
Ukuran 6.5 inci
Refresh Rate 120 Hz
Resolusi 1080 x 2400 piksel
Rasio 20:9
Kerapatan 405 ppi
Proteksi  Corning Gorilla Glass 5
Fitur Lainnya
HARDWARE
Chipset  Exynos 1280
CPU Octa-core (2×2.4 GHz Cortex-A78 & 6×2.0 GHz Cortex-A55)
GPU Mali-G68
MEMORI
RAM  8 GB
Memori Internal 128 GB, 256 GB
Memori Eksternal Ada (Slot Hybrid)
KAMERA UTAMA
Jumlah Kamera 4
Konfigurasi 
64 MP (wide), f/1.8
12 MP (ultrawide), f/2.2
5 MP (macro), f/2.4
5 MP (macro), f/2.4
Fitur PDAF, OIS, LED flash, panorama, HDR, Video: Hingga 4K@30fps, gyro-EIS
KAMERA DEPAN
Jumlah Kamera 1
Konfigurasi
32 MP (wide),
Fitur HDR, Video: Hingga 4K@30fps
KONEKTIVITAS
WLan  Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth  5.1, A2DP, LE
Infrared  Tidak Ada
NFC  Ada
GPS  GPS, A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO
USB Tipe-C 2.0, USB On-The-Go
BATERAI
Jenis  Li-Po
Kapasitas 5000 mAh
Fitur Pengisian cepat 25W
FITUR
OS (Saat Rilis)  Android 12, One UI 4.1
Sensor  Fingerprint (optik, di bawah permukaan layar), akselerometer, giroskop, cahaya, proksimitas (virtual), kompas
Jack 3.5mm Tidak Ada
Warna Awesome Black, Awesome Blue, Awesome White, Awesome Peach
Fitur Lainnya – Speaker stereo
– Samsung Knox
– Mendukung microSD hingga 1 TB

Keunggulan Samsung Galaxy A53 5G

Ponsel mid-end seperti Galaxy A53 5G umumnya memiliki lebih banyak opsi daripada sekadar alat komunikasi. Ponsel dalam kategori ini memiliki beberapa fitur khusus yang diwarisi dari ponsel kelas atas yang membuatnya menarik. Berikut poin menarik yang dimiliki Galaxy A53 5G.

1. Desain

Galaxy A53 5G tidak mengalami perubahan desain. Masih butuh bahasa desain Galaxy A52 yang disebut Samsung Ambient Edge. Pola desain ini dapat ditemukan di modul kamera.

Modul memang memiliki tonjolan. Namun, garis potong antara kancing dan penutup belakang dibuat mulus, menciptakan rasa nyaman saat tangan menyentuhnya.

Ponsel ini tidak hanya mempertahankan bahasa desain Galaxy A52, tetapi juga kekuatannya. Ini dapat dikonfirmasi dengan sertifikasi IP67 dan perlindungan Gorilla Glass 5.
adalah
FYI, sertifikasi IP67 menetapkan bahwa seluruh casing Galaxy A53 tahan debu dan tahan air hingga kedalaman 1m selama 30 menit. Kaca Gorilla Glass 5 dipasang di layar atau bagian depan ponsel ini.

Sedangkan untuk bahan yang digunakan, bagian belakang ponsel ini terbuat dari polikarbonat dengan finishing matte. Sedangkan frame menggunakan bahan yang sama namun finishing glossy.

Material ini memberikan kesan nyaman saat menggenggam Galaxy A53. Ini seperti yang dinyatakan oleh penguji XDA-Developers, Ben Sin.

Anuj Bhatia dari The Indian Express juga mengungkapkan pandangan serupa. Bhatia mengaku dalam kesehariannya merupakan pengguna iPhone 13 mini. Oleh karena itu, menjadi tantangan tersendiri baginya untuk menjajal Galaxy A53 yang memiliki bentang layar 6,5 inci.

Meski demikian, bagian belakang yang rata memastikan ponsel ini tidak terlalu sulit untuk digenggam. Bahkan kelebihan dan kekurangan Samsung Galaxy A53 5G terasa enak di kantong.

Dimensi Galaxy A53 tidak terlalu besar dan bobotnya juga tidak terlalu berat. Ukurannya 159,6 x 74,8 x 8,1 mm dan berat 189 gram. Dimensi ponsel ini sedikit lebih ringkas dibandingkan Galaxy A52 (159,9 x 75,1 x 8,4 mm).

Komponen yang terdapat di sisi bingkai adalah tombol power dan volume di sisi kanan. Kemudian slot hybrid dual-SIM, mikrofon, port USB-C dan lubang speaker di bagian bawah. Sisi kiri kosong, lalu di bagian atas ada mikrofon sekunder dan speaker kedua yang terpasang di lubang suara.

2. Tampilan dan suara

Samsung juga belum melakukan perombakan besar-besaran pada sektor tampilan Galaxy A53 5G. Ponsel ini masih menggunakan layar infinity-o dengan panel Super AMOLED. Bentang layar HP ini tetap 6,5 inci dengan resolusi Full HD+ (1080 x 2400 piksel).

Namun, Samsung meningkatkan dukungan untuk kecepatan refresh Galaxy A53 menjadi 120 Hz dari sebelumnya 90 Hz pada Galaxy A52. Refresh rate yang lebih tinggi tentunya akan membuat tampilan menjadi lebih mulus, baik saat bermain game maupun saat scrolling.

Namun untuk refresh rate HP ini, kelebihan dan kekurangan Samsung Galaxy A53 5G belum mengadopsi konsep adaptif karena belum adanya teknologi LTPO. Di menu Pengaturan, hanya mode “Tinggi” yang tersedia untuk mengaktifkan kecepatan refresh konstan 120 Hz, atau mode “Standar” untuk memilih pengaturan 60 Hz.

Menurut Shivangi Agarwal di laman Smartprix, layar Galaxy A53 terlihat bagus meski di bawah terik matahari. Ini tidak mengherankan karena Samsung mengklaim bahwa tingkat kecerahan maksimum ponsel dapat mencapai 800 nits.

Sementara itu, rendering warna layar Galaxy A53 dinilai bagus oleh penguji Fone Arena, Srivatsan Sridhar. Jika Anda tidak puas dengan karakter warna normal, Anda dapat menggunakan mode “Vivid” yang lebih jelas di menu Pengaturan, Anda juga dapat menyesuaikan “White Balance” secara manual.

Layar Galaxy A53 5G dilengkapi dengan pemindai sidik jari dalam layar dan Always-on Display. Layar ini juga memiliki sertifikasi Widevine L1 sebagai tanda kemampuan untuk memutar program streaming, seperti Netflix, dalam resolusi Full HD.

Menonton film Netflix di ponsel ini semakin menyenangkan karena reproduksi suaranya yang bagus berkat speaker stereo. Berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh GSM Arena, kenyaringan speaker stereo Galaxy A53 termasuk dalam kategori baik (26,5 LUFS).

  Mudah Banget, Begini Cara Screenshot Samsung Galaxy A11

3. Pekerjaan dapur

Samsung yakin akan menyematkan SoC buatannya di dapur pacu Galaxy A53 5G. Nama SoC tersebut adalah Exynos 1280. Samsung mengklaim Exynos 1280 mendongkrak performa Galaxy A53 dibandingkan Galaxy A52 yang menggunakan Snapdragon 720G.

Secara rinci, peningkatan kemampuan multicore sebesar 18%, serta peningkatan kemampuan grafis sebesar 43%, yang juga dikenal sebagai GPU. Sekilas Exynos 1280, SoC ini memuat delapan core CPU yang dibagi menjadi dua cluster.

Kelebihan dan Kekurangan Cluster pertama Samsung Galaxy A53 5G diisi dengan dua core performa Cortex A78 dengan kecepatan 2,4 GHz. Sementara itu, cluster kedua adalah efisiensi Cortex A55 enam inti yang berjalan pada 2.0GHz. CPU tersebut dipadukan dengan beberapa komponen, termasuk GPU Mali G68, melalui fabrikasi 5nm.

Di sektor Galaxy A53, Exynos 1280 dibantu oleh RAM 8 GB dan penyimpanan internal 128 GB atau 256 GB (UFS 3.1). Lantas, bagaimana performa HP ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami hadirkan hasil pengujian dengan aplikasi benchmark sintetis yang dilakukan oleh sejumlah reviewer.

Dalam pengujian AnTuTu 9 yang dilakukan oleh Srivatsan Sridhar, Galaxy A53 meraih skor 376.116. Memang skor ini jauh dari Galaxy A52s yang menggunakan Snapdragon 778G (486.178). Meski begitu, skor tersebut masih terbilang cukup baik untuk sebuah smartphone kelas menengah.

Melanjutkan pengujian CPU dengan GeekBench 5, HP single-core ini mencatat skor 742, sedangkan multicore 1923. Skor tersebut juga cukup baik, meski belum mengalahkan perangkat lain dengan SoC Snapdragon 780G atau MediaTek Dimensity 920.

Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy A53 5G juga menunjukkan konsistensi performa yang baik. Menurut tes CPU Throttling yang dilakukan oleh Prateek Pandey dari 91 Mobiles, kapasitas CPU HP ini hanya turun hingga 80% dari performa puncaknya.

Sementara itu, konsistensi performa GPU HP pada 3D Mark Wild Life Extreme Stress Test yang dilakukan oleh Shivangi Agarwal adalah 98,9%.

Konsistensi kinerja ini dalam kondisi nyata ditandai dengan suhu yang tetap rendah bahkan ketika ponsel diluncurkan sepenuhnya. Pengalaman ini dibagikan oleh Srivatsan Sridhar dan Shivangi Agarwal.

Beberapa game bisa dijalankan dengan lancar oleh Galaxy A53. Misalnya seperti PUBG Mobile dan Call of Duty Mobile dengan pengaturan grafis “Sedang” dan frame rate “Sedang”. Performa mulus juga ditemukan oleh penguji dalam penggunaan sehari-hari.

Aktivitas seperti browsing, memutar video, dan multitasking semuanya terasa cepat tanpa gangguan.

4. Kamera

Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy A53 5G menggunakan spesifikasi kamera yang sama persis dengan Galaxy A52 dan Galaxy A52s. Namun, Anda tidak boleh cepat berasumsi bahwa hasil tangkapan memiliki kualitas yang sama. Pasalnya, Galaxy A53 menggunakan SoC yang berbeda.

SoC Exynos 1280 HP dikabarkan telah meningkatkan kemampuan AI (kecerdasan buatan) untuk mengambil foto potret yang lebih baik. Selain itu, Samsung juga menyuntikkan racikan baru agar karakter warna lebih mendekati kondisi sebenarnya.

Sekedar mengingatkan, bagian belakang ponsel ini memuat empat kamera. Dari kamera utama 64 MP, f/1.8; Kamera ultra lebar 12MP, f/2.2; Kamera makro 5 MP, f/2.4; serta sensor kedalaman 5 MP, f/2.4.

Seluruh kamera belakang Galaxy A53 disertai dengan lampu kilat. Kamera depan ponsel ini memiliki resolusi 32 MP dengan aperture f/2.2.

Perlu diketahui, kamera utama Galaxy A53 menggunakan sensor Sony IMX682 yang dilengkapi dengan kemampuan OIS (Optical Image Stabilization) dan autofokus. Sedangkan kamera depan fixed focus menggunakan sensor Sony IMX616.

Baik kamera utama, kamera ultra-wide maupun kamera depan Galaxy A53 mampu merekam video hingga resolusi 4K 30 fps. Sedangkan video beresolusi 1080p 60fps hanya bisa dihasilkan oleh kamera utama dan kamera depan.

Berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh Srivatsan Sridhar, kelebihan dan kekurangan Samsung Galaxy A53 5G untuk hasil jepretan kamera Galaxy A54 memang berkualitas baik. Di siang hari, bidikan kamera utama sangat detail dengan rentang dinamis yang baik. Kunci fokus juga cepat dan akurat.

Bidikan kamera ultra-lebar sama baiknya. Meski begitu, menurut kami, ada sedikit perubahan karakter warna dibandingkan kamera utama. Detailnya juga agak kurang dari kamera utama.

Sementara itu, kamera makro masih dapat mengambil gambar yang layak. Namun, karena tidak dilengkapi dengan fokus otomatis, Anda harus menjaga jarak sekitar 5 cm dari subjek untuk mengambil gambar yang tajam.

Lanjutkan pemotretan dalam cahaya redup di malam hari. Tangkapannya bagus karena kebisingannya minimal, bahkan lebih baik saat mode malam diaktifkan. Pasalnya, mode malam memberikan detail ekstra.

Yang harus Anda perhatikan adalah Anda perlu menjaga stabilitas ponsel saat mengambil gambar dalam kondisi minim cahaya dengan kamera ultra wide angle. Maklum, OIS hanya ada untuk kamera utama. Untuk jepretan kamera depan, Sridhar mengatakan hasil jepretannya bagus di segala kondisi.

Terakhir, tentang perekaman video. Menurut Sridhar, kualitasnya bagus. Namun yang paling menarik adalah kelebihan dan kekurangan Samsung Galaxy A53 5G yang bisa berganti kamera sambil aktif merekam. Kemampuan ini umumnya hanya tersedia pada smartphone kelas atas.

Saat merekam, Anda dapat beralih dari kamera utama ke kamera sudut ultra lebar, bahkan ke kamera depan. Perekaman video di semua kamera dan resolusinya distabilkan oleh EIS.

Namun, ada juga fitur Super Steady bagi yang menginginkan video yang lebih stabil. Fitur ini hanya aktif di kamera depan, dengan resolusi video 1080p 30 fps.

5. Perbarui jaminan

Pada Februari 2022, Samsung membuat terobosan penting. Terobosan ini menjadi jaminan pembaruan perangkat lunak jangka panjang untuk lini ponsel dan tablet unggulan, serta untuk beberapa ponsel kelas menengah dari seri Galaxy A.

Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy A53 5G, bersama dengan A73 dan A53, juga mendapat bagian. Pembaruan perangkat lunak yang disediakan oleh Samsung mencakup pembaruan sistem operasi empat kali, serta pembaruan sistem keamanan hingga lima tahun.

Artinya Galaxy A53 yang hadir dengan Android 12 berlapis OneUI 4.1 ini dijamin akan mendapatkan upgrade ke Android 16. Selain itu, sistem keamanan ponsel ini akan diperbarui secara berkala hingga tahun 2027.

Akibat gebrakan tersebut, Galaxy A53 menjadi smartphone Android kelas menengah dengan jaminan update software paling lama, setidaknya hingga ponsel ini dirilis. Keunggulan ini menarik, apalagi bagi Anda yang sudah lama membeli ponsel.

6. Baterai

Dimensi kelebihan dan kekurangan Samsung Galaxy A53 5G sedikit lebih kecil dari Galaxy A52, sedangkan bobotnya sama. Namun, ponsel ini telah mengalami peningkatan kapasitas baterai sebesar 500 mAh. Ya, Galaxy A53 kini memiliki baterai 5.000 mAh.

Secara teori, peningkatan kapasitas dapat memperpanjang masa pakai baterai. Namun, sebagian besar penguji tidak merasakan peningkatan yang signifikan. Namun, baterai Galaxy A53 5G bertahan lama.

  Spesifikasi Lengkap Infinix NOTE 8 Terbaru Beserta Harganya

Shivangi Agarwal mengatakan, baterai HP ini menjamin pemakaian seharian penuh. Bahkan jika telepon banyak digunakan. Oh ya, Galaxy A53 mendukung pengisian cepat 25W.

Abhijeet M. dari Sam Mobile juga menguji kecepatan pengisian dengan pengisi daya yang benar. Menurut pengalaman Abhijeet, pengisian cepat dari awal. Penurunan kecepatan hanya melambat ketika baterai kurang dari 10 hingga 15% pada kapasitas penuh.

Abhijeet mengisi baterai Galaxy A53 saat kapasitasnya tersisa 5%. Dalam waktu 30 menit pengisian, kapasitas baterai meningkat menjadi 51%. Kapasitas baterai berubah menjadi 88% setelah 60 menit pengisian. Sementara itu, dibutuhkan 84 menit untuk mengisi penuh baterai.

Kekurangan Samsung Galaxy A53 5G

Galaxy A53 memang ponsel yang bagus, meski tidak semua orang menyukainya. Pasalnya, ada beberapa hal tentang ponsel ini yang bisa menjadi gangguan bagi sebagian orang. Jika gangguan itu tak tertahankan, orang mungkin akan melihatnya sebagai kelemahan.

1. Jack Audio dan Slot SIM

Headset berkabel dengan jack audio 3,5 mm sebenarnya masih merupakan solusi audio terbaik. Pasalnya dengan headset berkabel Anda tidak akan menemukan delay sepersekian detik seperti saat mendengarkan lagu dengan TWS.

Teknologi Bluetooth sangat maju saat ini. Namun, versi Bluetooth terbaru masih tidak dapat membuat latensi TWS serendah headset berkabel. Karena itulah beberapa ponsel gaming saat ini masih dilengkapi dengan audio jack 3.5mm.

Namun kelebihan dan kekurangan Samsung Galaxy A53 5G bukanlah ponsel gaming seperti Black Shark 4 atau ASUS ROG Phone 5. Ponsel ini merupakan ponsel kelas menengah yang mengikuti tren ponsel flagship, melalui Kabel audio 3,5 mm.

Tentu saja, Anda masih dapat mendengarkan audio dengan headset berkabel. Hanya saja Anda perlu membeli USB C to 3.5mm audio jack converter.

Sementara itu, Galaxy A53 memiliki slot dual-SIM hybrid. Artinya, jika Anda ingin menambah ruang penyimpanan ponsel dengan kartu microSD, Anda harus mengosongkan slot SIM kedua.

Pengguna kartu SIM ganda harus memperhatikan hal ini. Jika Anda membutuhkan ruang penyimpanan yang cukup untuk penggunaan jangka panjang, sebaiknya pilih varian memori 8/256 GB.

2. Prestasi permainan

Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy A53 5G Ono, beberapa penguji mengakui bahwa Exynos 1280 yang digunakan Galaxy A53 bukanlah SoC yang buruk. Namun, performa gaming dari SoC ini bukanlah yang terbaik. Berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh Srivatsan Sridhar, ponsel ini hanya dapat memainkan game populer di pengaturan grafis menengah, bukan yang tertinggi.

Game populer seperti Call of Duty Mobile dan PUBG Mobile. Masalah dengan dua game kemungkinan besar karena optimasi yang tidak dilakukan dengan benar karena Exynos 1280 adalah SoC baru. Performa gaming dari SoC ini bisa lebih baik jika Samsung memberikan update software di masa mendatang.

Jangan harap update software bisa menjalankan game Exnos 1280 Genshin Impact seperti Snapdragon 778G yang fenomenal dengan lancar. Pasalnya, GPU Mali-G68 yang digunakan Exynos 1280 bukanlah GPU yang terlalu cepat.

Masalah performa lainnya adalah tampilan stutter alias patah-patah. Ben Sin dan Abhijeet M. sama-sama merasakan kegagapan yang terkadang muncul di ponsel ini. Gagap terutama terjadi saat menggulir dalam aplikasi.

Abhijeet mengatakan ada dua faktor yang bisa menyebabkan stuttering pada ponsel ini. Pertama, optimasi software yang tidak salah. Kedua, kecepatan refresh 120Hz terlalu tinggi untuk GPU Mali-G68.

3. Mendukung HDR, WiFi 6, dan Umpan Balik Haptic

Kelebihan dan kekurangan Samsung Galaxy A53 5G untuk layar dan speaker seri ini sudah keren untuk menunjang aktivitas multimedia. Menonton film dari Netflix dengan resolusi Full HD juga dimungkinkan karena ponsel ini memiliki sertifikasi Widevine L1. Sayangnya konten HDR belum bisa diputar karena ponsel ini belum mendukungnya.

Juga tidak ada dukungan untuk generasi Wi-Fi yang lebih cepat seperti Wi-Fi 6 dan Wi-Fi 6e. Namun, itu bukan masalah mendesak, karena WiFi 5 yang didukung Galaxy A53 akan tetap eksis di tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, beberapa penguji merasa haptic feedback Galaxy A53 kurang. FYI, haptic feedback adalah getaran yang terjadi sebagai respons terhadap sentuhan jari di layar. Aleksandar Anastasov dari Phone Arena mengatakan getaran yang terjadi setelah dia menyentuh layar itu aneh.

Dia mengatakan getarannya lemah dan lembek. Meski demikian, menurut Anastasov, getarannya responsif. Tidak ada penundaan antara sentuhan dan getaran.

4. Paket Penjualan

Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy A53 5G merupakan salah satu ponsel yang menjadi bagian dari kampanye Samsung Galaxy for The Planet. Dengan kampanye ini, Samsung ingin mendesain ponsel ini lebih ramah lingkungan. Upaya mereka dilakukan dengan mengurangi ukuran kotak penjualan.

Kemudian diklaim bahwa kertas yang digunakan untuk kotak penjualan adalah kertas yang ramah lingkungan. Mereka juga menggunakan bahan daur ulang untuk tombol power, volume rocker, dan slot kartu SIM.

Hanya saja, semakin kecil ukuran kotak penjualan Galaxy A53, semakin kecil pula isinya. Tidak ada lagi kepala pengisi daya dalam paket penjualan HP berkemampuan NFC ini. Yang tersisa hanyalah kabel USB, ejector kartu SIM dan beberapa dokumen.

Minimnya charger dalam paket penjualan HP tidak menjadi masalah jika Anda sudah memilikinya di rumah. Namun, jika Anda tidak memilikinya, Anda harus membelinya sendiri. FYI, charger original Samsung dengan dukungan fast charging 25W akan dijual seharga Rp400 ribu.

Rp 400 ribu bukan nominal yang kecil. Namun, untuk memangkas biaya, Anda dapat melihat pengisi daya pihak ketiga yang biasanya dijual dengan harga yang lebih murah.

Kesimpulan

Persaingan dari HP 5 juta cukup ketat. Pasalnya, ponsel di segmen ini cukup diminati sebagian besar konsumen dan mampu menawarkan beberapa hal istimewa. Galaxy A53 juga tampil sebagai salah satu yang serba bisa untuk dilihat konsumen.

Alasannya tak lain adalah desain, tampilan, kamera, dan daya tahan baterai ponsel 5G ini. Selain itu, Galaxy A53 juga memiliki sertifikasi IP67, OIS dan garansi pembaruan perangkat lunak selama 5 tahun. Kombinasi ketiga hal ini sulit ditemukan di kisaran harganya.

Dari segi performa, Galaxy A53 sebenarnya jauh dari kata mengecewakan. Namun, itu tidak dirancang untuk aktivitas game yang intensif. Jadi, apakah ponsel ini akan ada di daftar belanjaan Anda selanjutnya?

Jika artikel tentang kelebihan dan kekurangan Samsung Galaxy A53 5G bermanfaat bagi Anda, maka bagikan. Terima kasih.

Leave a Comment

error: This content is protected by DMCA